This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 13 Oktober 2013

Fungsi Keluarga dan Hubungannya dengan Individu dan Lingkungan Masyarakat

Nama:  Warsyan Salsabil
Kelas:   1KB08
NPM:   29113233






KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena segala rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Sosial Dasar dengan tema Fungsi Keluarga dan Hubungannya dengan Individu dan Lingkungan Masyarakat.
            Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu saya menyelesaikan tugass makalah ini. Saya sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu saya sangat membutuhkan saran yang membangun agar saya bisa membuat makalah yang lebih baik lagi untuk dibaca.


BAB 1
PENDAHULUAN

                 A.    Latar Belakang

Dari pembahasan sebelumnya manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, dimana manusia tersebut sangat membutuhkan peran orang lain terutama peran keluarga dan masyarakat. Seorang manusia disebut individu. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Dalam berinteraksi manusia memerlukan orang lain untuk mengekspresikan dirinya. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Namun setiap manusia sangat memerlukan keluarga, karena dari situlah kepribadian manusia dibentuk sedemikian rupa. Keluarga merupakan tempat pembentukan sifat, mental, dan perilaku. Manusia berasal dari keluarga itu sendiri karena manusia lahir didunia melalui peran orang tua.



                 B.     Rumusan Masalah
1               1 .      Apa yang dimaksud individu, keluarga dan masyarakat.
2               2.      Apa fungsi keluarga dan hubungannya dengan individu serta masyarakat
3               3 .      Peran-peran keluarga
4               4.      Tipe-tipe keluarga
5               5.      Menjelaskan hak dan kewajiban individu


                C.    Tujuan
1               1.      Menjelaskan pengertian individu, keluarga, dan masyarakat
2               2.      Menjelaskan fungsi keluarga dan hubungannya dengan individu&lingkungan masyarakat             
                 3.       Menjelaskan peran-peran keluarga
4               4.      Menjelaskan tipe-tipe keluarga
5               5.      Menjelaskan hak dan kewajiban individu


BAB 2
PEMBAHASAN
                 A.    Pengertian Keluarga, Individu, dan Masyarakat
Keluarga adalah suatu lingkungan yang terdiri dari beberapa individu yang memiliki hubungan darah.
Keluarga sejumlah kelompok sosial terdiri dari beberapa individu, memiliki hubungan antar individu tersebut, terdapat ikatan, kewajiban, dan tanggung jawab antar individu tersebut. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan, dan berinteraksi dengan orang lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahanakan suatu kebudayaan.
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Serta pengertian masyarakat sendiri adalah Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Berikut pengertian masyarakat menurut beberapa ahli sosiologi:
·         menurut Munandar Soelaeman masyarakat merupakan kesatuan sosial yang mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat, kesadaran masyarakat, dsb.
·         menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.


                    B.     Fungsi Keluarga serta Hubungannya
                        Keluarga bagi manusia sangat erat hubungannya karena dengan keluarga    dengan        peran orang tua sifat serta kepribadian manusia itu sendiri terbentuk. Berikut      fungsi keluarga untuk manusia serta hubungan fungsi keluarga tersebut bagi individu       itu sendiri mau pun bagi masyarakat luas.
                        Pertama adalah fungsi pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.  Kedua adalah fungsi sosialisasi. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
                        Ketiga adalah fungsi perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
                        Keempat adalah Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini             adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus. Serta memberikan arahan seputar hubungan suami-istri agar anak atau manusia itu sendiri melakukan tindakan yang baik dan benar. Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
                        Fungsi-fungsi keluarga diatas sangat dibutuhkan oleh seorang manusia ataupun seorang anak. Apabila fungsi diatas tidak dilakukan maka sang anak akan    membuat kerusakan, menghakimi orang lain, tidak berpendidikan dan lain sebagainya. Sifat manusia diluar sangat terlihat pada sifatnya didalam keluarga itu sendiri. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan, karena didalam satu keluarga orang tua lah yang sangat dekat dengan kita. Dan selalu mengajarkan hal-hal yang baik yang harus dilakukan didalam lingkungan bermasyarakat.


                  C.    Peran-Peran Keluarga

            Didalam sebuah keluarga terdapat anggota keluarga. Masing-masing anggota keluarga memliki peran masing-masing. Dimulai dari peran ayah, peran ibu, serta peran anak. Berikut beberapa peran didalam sebuah keluarga:
1.      Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
2.      Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Namun seorang istri tidak diwajibkan untuk mencari nafkah
3.      Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual. Peran anak adalah melaksanakan apa yang diperintahkan orang tua, mematuhi perakataan orang tua serta menjauh dari hal-hal yang dilarang oleh orang tua. Anak juga terbagi menjadi seorang kakak dan seorang adik. Peran seorang kakak adalah menjaga adik saat adik jauh dari jangkauan orang tua sekaligus membantu orang tua dalam menjaganya. Peran seorang adik sendiri adalah menghormati seorang kakak, dan sopan terhadapnya.

                   D.    Tipe-Tipe Keluarga
                        Dalam sebuah keluarga tidak hanya terdapat seorang ayah, ibu dan anak. Namun   ada beberapa anggota keluarga lainnya seperti kakek, nenek, bibi, paman, sepupu, keponakan dan lain sebagainya. Berikut beberapa penjelasan mengenai tipe-tipe keluarga.
                        Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri,         dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu   dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah     satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
                   
                   E.     Hak dan Kewajiban Individu
            Hak ialah suatu yang merupakan milik atau dapat dimiliki oleh seseorang sebagai manusia. Hak ini dapat dipenuhi dengan memenuhinya atau dapat juga hilang seandainya pihak yang berhak merasa rela apabila haknya tidak dipenuhi.
            Kewajiban ialah hal-hal yang wajib dilakukan atau diadakan oleh seorang dari luar dirinya untuk memenuhi hak dari pihak yang lain.Yang dapat menentukan individu memiliki hak dan kewajiban adalah norma yang dianut, adat istiadat yang mentradisi dan agama yang diyakini.

Ada dua bentuk hak yang sangat mendasar, yang dapat dimiliki oleh individu :
1.      Hak asasi yang bersifat natural, seperti hak untuk hidup, hak untuk merdeka, hak untuk mendapatkan kehormatan. Hak-hak tersebut yang menyebabkan manusia memperoleh kebebasan pada kurun waktu yang panjang
2.      Hak asasi yang bersifat umum, yaitu hak persamaan. Diperlukan seorang individu dalam kedudukannya sebagai individu dalm suatu masyarakat. Dalam hak persamaan tidak terdapat sifat diskriminasi golongan, jenis, bahasa, agama, pandangan politik, asal negara, tingkat sosial, kelahiran.


BAB 3
PENUTUP
            Kesimpulan
                                Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu, keluarga dan    masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.     Hubungan yang dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen- komponen tersebut dapat dilihat dari perilaku individu tersebut.
                                Seorang individu dibentuk dasar kepribadiannya oleh keluarga. Apabila didalam                keluarga dia sudah tidak baik maka dikehidupan lingkungan masyarakat pun tidak baik.           Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan masyrakat yang             menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya, individu berusaha mengambil    jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu   masyarakat.
                `Referensi:
1      1.       http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
                       

           





           
                         

           




Jumat, 11 Oktober 2013

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Nama     Warsyan Salsabil
Kelas      1KB08
NPM       29113233



 
    


KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena segala rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Sosial Dasar dengan tema Manusia Sebagai Makhluk Sosial.
            Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu saya menyelesaikan tugass makalah ini. Saya sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu saya sangat membutuhkan saran yang membangun agar saya bisa membuat makalah yang lebih baik lagi untuk dibaca.

BAB 1
A.    Latar belakang
Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri atau biasa disebut Makhluk Sosial. Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa berpasang-pasangan dan diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Manusia memiliki kemampuan yang terbatas maka dari itu manusia sangat membutuhkan bantuan dari orang lain agar saling membantu dalam meringkan beban yang satu dengan yang lainnya.
Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan, perubahan-perubahan ada yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat maupun ada perubahan yang berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola prilaku organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Terjadinya perubahan-perubahan tersebut disebabkan karena adanya interaksi sosial.

B.     Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan makhluk sosial ? 

2. Tujuan manusia bersosialisasi dengan manusia lain ? 

3. Adakah dasar-dasar struktur sosial ? 

4. Apa saja faktor yang mempengaruhi manusia bersosialisasi ?

5. Contoh mengapa  manusia di sebut mahluk sosial menurut anda?

C.    Tujuan
1. Menjelaskan arti makhluk sosial. 
2. Menjelaskan tentang tujuan manusia bersosialisasi dengan manusia lain. 

3. Menjelaskan dasar-dasar Struktur Sosial. 

4. Menjelaskan faktor yang berpengaruh dalam sosialisasi manusia.

5. Menyebutkan beberapa contoh mengapa  manusia di sebut mahluk sosial menurut saya.

BAB 2
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Makhluk Sosial
Kata Makhluk Sosial  mungkin sudah tak heran lagi kita membacanya. Pada saat proses kita lahir pun tak bisa lepas dari kata ini, karena kita lahir memerlukan seorang ibu untuk melahirkan, pada saat itulah kita memerlukan seorang ibu dan peran orang tua untuk memperkenal kan dunia kepada kita.
Dan pengertian makhluk sosial itu sendiri adalah suatu interaksi dan komunikasi yang dialami manusia selama hidupnya. Manusia ditakdirkan untuk selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan yang lainnya karena manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan bantuan orang lain. . Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.
Berikut beberapa pengertian makhluk sosial yang dikemukakan oleh para ilmuwan:
1.      Dr. JOHANNES GARANG
Makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.
2.      NANA SUPRIATNA
Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial (social needs)
3.      WALUYO
Makhluk sosial adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, saling membutuhkan satu sama lain.
4.      ARISTOTELES
Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
5.      MOMON SUDARMA
Makhluk sosial merupakan makhluk yang dalam kesehariannya sangat membutuhkan peran makhluk yang lainnya.
6.      MUHAMMAD ZUHRI
Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup sedniri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain
7.      DELIARNOV
Makhluk sosial adalah makhluk yang mustahil dapat hidup sendiri serta membutuhkan sesamanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari
8.      LITURGIS
Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.

Dalam contoh kehidupan sehari-sehari manusia sangat membutuhkan bantuan orang lain adalah pada saat kita meninggal dunia. Tidak mungkin kita bisa mengurus semua pemakaman dan tentunya membutuhkan bantuan orang lain untuk menguburkan jenazah kita.

B.     Tujuan Manusia Bersosialisai Dengan Manusia Lain
Sebelum saya menjelaskan tujuan manusia bersosialisasi, saya akan menjelaskan pengertian osialisasi itu sendiri. Sosialisasi adalah suatu proses penanaman kebiasaan atau nilai dan aturan-aturan dalam sekelompok masyarakat yang dialami setiap manusia.
Tujuan manusia bersosialisasi adalah untuk memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat, mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat, membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
Dalam konteks fisik, proses sosialisasi harus dapat membekali manusia dengan kemampuan-kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dasar yang diperlukan untuk terus hidup dalam lingkungan fisik mereka. 

Dalam konteks sosial budaya, proses sosialisasi harus dapat membantu manusia dengan pemahaman tentang sistem norma dan peran yang dikembangkan dalam masyarakat.
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat).
  • Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
  • Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
  • Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
  • Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.

C.    Dasar-Dasar Struktur Sosial
Struktur sosial dipahami sebagai suatu bangunan sosial yang terdiri dari berbagai unsur pembentuk masyarakat. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain dan fungsional. Artinya kalau terjadi perubahan salah satu unsur, unsur yang lain akan mengalami perubahan juga.
Koentjaraningrat ( 1983:175) menjelaskan bahwa struktur sosial adalah kerangka yang dapat menggambarakan kaitan berbagai unsur dalam masyarakat.

Soeleman B, Taneko (1983:12) menjelaskan bahwa struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yakni kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial.
Struktur sosial berfungsi sebagai rantai sistem dalam penyelenggaraan setiap aspek kehidupan sehingga menjadi teratur dan harmonis.
Struktur sosial memiliki empat elemen dasar sebagai berikut:

1.Status sosial
pengertian dari status sosial adalah kedudukan atau posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat
2.Peran sosial
Peran sosial adalah peran yang dimainkan seseorang dalam lingkungan sosialnyaPeran ini adalah merupakan tuntutan dari masyarakat terhadap individu untuk memberikan sumbangan sosial dari anggotanya dalam rangka menjaga keutuhan sosial dan meningkatkan kebaikan dalam masyarakat tersebut.
3.Kelompok
kelomok adalah sekumpulan orang yang memiliki norma-norma dan harapan yang sama serta secara sadar dan teratur saling interaksi

4. Institusi
Institusi adalah pola terorganisasi dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial
D.     Faktor Yang Mempengaruhi Sosialisasi

Sosialisasi bekaitan erat dengan kepribadian. Hal ini karena kepribadian terbentuk sebagai hasil sosialisasi individu terhadap apa yang ada disekelilingnya seperti nilai, norma, kebiasaan, adat-istiadat kebudayaan. 

Ada lima faktor yang menjadi dasar perkembangan kepribadian (sosialisasi) yaitu :

1. Sifat dasar, yaitu suatu sifat dari keseluruan potensi yang diwariskan dari ayah dan ibunya.

2. Lingkungan prenatal, yaitu lingkungan dimana dia sebelum lahir (ketika dia masih didalam rahim sang ibu. Pada saat ini dia dapat pengaruh dari ibunya seperti jenis penyakit, gangguan enduktrin yang bisa mengakibatkan gangguan mental, srtuktur tubuh seperti cacat, kidal, dan sebagainya.

3. Perbedaan perorangan (individu), yaitu bayi yang tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik dan berbeda dengan individu-individu yang lain.

4. Lingkungan, yaitu kondisi disekitar individu yang mempengaruhi rasa sosialisasinya yang meliputi : lingkungan alam, lingkungan kebudayaan, lingkungan manusia lain dan masyarakat disekitarnya.

5. Motivasi, yaitu kekuatan dari dalam individu yang menggerakkannya untuk berbuat sesuatu.


E.     Beberapa Contoh Mengapa Manusia dapat di katakan sebagai mahluk sosial

·         Karena manusia tunduk terhadap aturam, adat istiadat, serta norma-norma

·         Karena Manusia membutuhkan support dari orang lain.

·         Karena Manusia memiliki kelebihan dan kekurangan oleh sebab itu manusia lain berperan penting dalam melengkapi kelebihan dan kekurangan itu.

·         Karena Membutuhkan bantuan dari orang lain dalam hal bertahan hidup dan berkembang.

·         Karena Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dan pujian dari orang lain.

·         Karena Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Sosialisasi bekaitan erat dengan kepribadian. Hal ini karena kepribadian terbentuk sebagai hasil sosialisasi individu terhadap apa yang ada disekelilingnya seperti nilai, norma, kebiasaan, adat-istiadat kebudayaan




BAB 3

PENUTUP

Kesimpulan

Manusia sebagai makhluk sosial tidak pernah bisa lepas, karena manusia hidup bermasyarakat dan sangat membutuhkan bantuan orang lain. Manusia diciptakan oleh Tuhan berpasang-pasangan dan memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya, hidup saling tolong menolong, dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Meskipun manusia adalah makhluk yang paling sempurna tetapi manusia selalu membutuhkan orang lain untuk meringankan bebannya. Dan manusia sangat menyukai kehadiran orang lain untuk mensupport dirinya dalam hal sesuatu. Manusia cederung untuk berinteraksi, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatan manusia sudah menjadi makhluk sosial sejak manusia itu sendiri lahir kedunia melalui seorang ibu.
Manusia bersosialisasi adalah untuk memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat, mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat, membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat. Faktor manusia dalam bersosialisasi adalah sifat dasar, lingkungan preantal, perbedaan individu, motivasi dan lingkungan.
Selain manusia diciptakan memiliki perbedaan, struktur sosial juga menjadi alsan kenapa manusia berinteraksi. Struktur sosial berfungsi sebagai rantai sistem dalam penyelenggaraan setiap aspek kehidupan sehingga menjadi teratur dan harmonis. Struktur sosial memiliki empat elemen dasar yaitu status sosial, peran sosial, kelompok dan institusi.


Referensi: